Selamat Datang Di LENTERA CERPEN ,semoga cerpen yang ada di blog ini dapat bermanfaat bagi kalian dan SELAMAT MEMBACA

Jumat, 02 Agustus 2013

Peri Tak Bersayap

Hai, nama ku Peri Tira. Aku seorang Peri. Aku mempunyai sahabat bernama Peri Caysie. Dia baik, pintar, ramah.

Aku tak tahu mengapa, karena hanya aku saja yang tak bersayap. Kemudian aku pun bertanya kepada Peri Warney, Peri terpintar di Hcosei, tempat tinggal para peri.

Katanya, aku peri yang istimewa. “Apa nya yang istimewa?” Tanyaku pada Peri Warney. “aku saja tidak mempunyai sayap” sambungku. “Kau bisa lakukan apa yang kami tak bisa.” Kata peri Warney. “Apa contohnya?” Tanya Peri Tira. “Kau sangat pintar.” Kata peri Warney. “Benarkah?” Tanya Peri Tira kembali. “ya kau anak yang paling disiplin di Hcosei” kata peri Tita yang kebetulan lewat dan mendengar percakapan mereka berdua. “Kaulah yang akan menjadi Ratu”. kata peri Warney. “Kalau begitu, Aku ingin sayap sekarang juga!” Kata Peri Tira.

“Kalau kau mau sayap, kau harus ke lembah Whritthiy untuk mengambil sayapmu yang telah lama hilang. Namun engkau harus mendaki 8 gunung yang sangat tinggi, melewati sungai api yang sangat panas, dan melewati gua Raksasa merah setelah melewati semuanya kau akan menemukan sayap berwarna pelangi dan bila kau memakainya kau akan menjadi Ratu.” Jelas Peri Warney panjang lebar.

“Kau saja yang pergi! Sekarang, aku sudah akan menjadi ratu!” Kataku memerintah. “Seenaknya saja kau memerintah asal kau tau Peri yang tidak mempunyai sayap tidak boleh menjadi Ratu” kata Peri Warney marah. “Baiklah… Apakah aku boleh meminjam sayapmu?” Tanyaku pada peri Warney. “Tidak. Karena sayap para Peri jika sudah di pasang tidak bisa di lepaskan kembali” kata Peri Warney. “Hmm… Apakah aku bisa membuat sayap sendiri?” Tanyaku pada peri Warney. “Tidak” jawab Peri Warney singkat “Huh!” Jawabku mengeluh. “Ya sudah ini sudah hampir malam sebaiknya kau mencari sayapmu besok saja bye aku mau tidur dulu bye” kata peri Warney.

“Kau mau pergi kapan?” Tanya peri Warney menoleh ke belakang. “Besok kataku”. “Kalau begitu, kuberikan kalung kupu-kupu ini yang sesuai dengan warna sayapmu. Kau akan bisa terbang untuk sementara jika kau pencet kupu-kupu itu.” Katanya menjelaskan. “Terima kasih…” Kataku gembira.

Keesokan harinya…
Akupun bergegas ke rumah Peri Warney. “Hati-hati ya…” Kata peri Warney padaku. “Baik.” Kataku. Aku langsung pergi dan menuju ke gunung, dan mendaki.

4 hari aku mendaki 8 gunung yang tinggi.
Sekarang, waktunya ke sungai api. Tapi, tak mungkin aku tak terbang. Aku pun memencet kalung kupu-kupu yang diberi Peri Warney. “Dan… Sayap pink yang bagus!” Kataku. Aku langsung terbang ke sungai api, dan melewatinya. Sekarang selesai… Tapi, ada 1 rintangan lagi. Gua Raksasa merah. Aku pun terbang dan… Sudah sampai. Aku menyusuri gua itu. Ternyata, gua itu ada berlian. Ku ambil banyak dan kumasukkan ke dalam tas. lalu, Aku keluar dari gua. Dan… Sayapnya!! Kutemukan sayapku. Aku segera terbangan dan kembali ke Hcosei.

Aku memberi tahukan kejadian ini pada peri Warney.
Katanya: “Kaulah ratunya. Yang mulia, ayo kita ke Istana.”

Dari situlah, Aku diangkat menjadi Ratu.

========================================================================
Karangan : 
  • Giselle Iona Rachel Tuelah
Facebook : 
  • Giselle Tuelah
========================================================================
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar