Selamat Datang Di LENTERA CERPEN ,semoga cerpen yang ada di blog ini dapat bermanfaat bagi kalian dan SELAMAT MEMBACA
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Horor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Horor. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Agustus 2013

Biola Kematian

Slrepp… angin berdesir kencang menerbangkan dedaunan kering. Hawa yang mulai terasa berdebu, mendung nan menggelarkan aura gelapnya, kian menambah aura kosong. Sepasang kekasih yang sedang menjalin cinta dengan sandaran pada bangunan tua, dengan sisa kekokohan yang masih tersirat, mereka bercanda, tertawa dengan Frontal! di bangunan yang konon di anggap angker tersebut. Angin mengusik kedamaian yang sejak 3 jam lalu tengah menyelimuti rasa bahagia mereka. Suara biola samar-samar terdengar.. “Roni, aku takut”, hamburan peluk si wanita menyambar tubuh si pria. Mungkin penghuni gedung yang tak terima, dalam sekejap, tempat itu menjadi Neraka! bagi mereka.

Tiba-tiba saja. si wanita berteriak histeris, entah hawa apa yang membawakan rasa ketegangan itu memuncak, wanita tersebut mencekik leher si pria! dengan mata melotot dan gigi yang bertaring!, seperti singa, dengan bringas, ia mengoyak tubuh si pria dan mengambil organ dalamnya. Si pria tak berdaya, bagai keong di atas bara api, secara tiba-tiba, tubuh wanita tersebut berubah menjadi monster yang mencabiknya..

1 bulan berlalu..
Seorang janda kaya, dengan anak gadis kesayangannya, sebut saja gadis itu “Ara”, gadis cantik nan pintar, beralih kediaman bersama sang mama, membeli bangunan tua sebagai rumah barunya.

Suatu ketika, pandangan mata Ara tertuju pada taman di belakang rumah barunya. Matanya berbinar, ia pun berlari menuju taman nan berhiaskan kolam ikan di tengahnya, Sepi dan Gelap! itulah hentakan yang mengagetkannya, secara tiba-tiba matanya memerah, seolah mendengar suara biola, Ara terbang dalam terkam balutan makhluk jahat yang berada dalam tubuhnya.

Dengan garang, ia menusuk perut sang mama, ia cabik, ia koyakkan daging yang sudah mulai termamah usia tersebut, dan astaga! ia mengambil usus sang mama, membawanya menuju gudang ruangan bawah tanah. Tepukan tangan pria bertopeng tiba-tiba menyadarkannya, Ara tersadar, terkejut dengan usus berdarah nan bergelantung di tangan mungilnya. Ara ketakutan, pria bertopeng tersebut merebut usus sang mama, Ara yang di dorong, seolah jatuh tersungkur.

Pria bertopeng itu memasang usus mama Ara pada sebuah biola, tepatnya senar paling bawah, dimana terdengar bunyi paling nyaring. Kala kedudukan bulan tepat pada porosnya, pria itu membuka sebuah peti mati di sudut ruangan, Ara hanya bergidik, tubuhnya seolah lemas, keringat dingin bercucuran.

Sebuah mayat tengah terlihat jelas oleh Ara, mayat seorang gadis seusianya. Dengan air mata, pria tersebut menggesek biola dengan nada “BANGKIT KEMATIAN!”, tiba-tiba saja, mayat itu bangun, menatap wajah si pria. “Kakak,” ucapnya. “Adik sayang, kamu sudah bangun? jangan pergi lagi sayang, kakak tak akan sanggup kehilangan kamu lagi”, acap si pria sembari melepas topeng dan memeluk tubuh ringkih mayat gadis tersebut.

Angin berdesir sangat kencang, tiba-tiba saja sang mayat berubah menjadi monster dan menerkam tubuh sang kakak. Ara terhenyak! mayat berubah menjadi iblis. Dan sekarang, ia berjalan ke sudut ruang ara terpaku dalam rasa takutnya. “Arghhh..” monster itu mencekik leher Ara, dengan tangan yang masih mampu bergerak, Ara meraih biola di belakang tubuh si monster, dan memukulkannya ke lantai! sang monster Menggeliat dengan kejang rasa panas yang menyelimutinya, dengan tenaga yang masih tersisa, Ara terus memukulkan biola itu ke tanah, hingga akhirnya lenyaplah monster itu, sebagai debu halus yang terbang bersama angin. Ara menghela nafas, samar-samar ia mendengar suara: “Terimakasih, telah menyelamatkan aku, kini aku harus kembali ke tempatku”… Ara tersenyum lega. Seorang pria yang membunuh orang lain demi mendapatkan usus kehidupan, yang ia satukan dalam sebuah biola, menunggu bulan sejajar dengan matahari, untuk kembali menghidupkan mayat sang adik yang telah lama tiada

========================================================================
Karangan :
  • Fumiki Arakida
Facebook :
  • Fumiki Arakida Temari
========================================================================

Jumat, 02 Agustus 2013

Kamar Misterius

“Huh, capek banget deh.” keluh Keyla
Keyla dan keluarganya memang baru pindah rumah. Setelah satu jam merapikan isi rumah barunya, Keyla merebahkan diri di kamarnya.
“Ah, akhirnya bisa istirahat.” kata Keyla.
Tak lama dari itu…
“Keylaaaa…” teriak Ibu dari lantai bawah.
“Aduh, baru juga istirahat.” keluh Keyla, tetapi dia tetap saja menghampiri ibunya.
“Ada apa bu?”
“Tolong taruh barang ini di dekat kamar kakakmu.” perintah ibu.
“Oh, kamar kosong itu. Baiklah.”

Keyla pun menuju kamar kosong itu. Ketika Keyla ingin membuka pintunya, ternyata pintu itu terkunci. Dan dia mendengar suara seseorang menangis.
“Hu..hu..hu..” seseorang menangis tersedu-sedu.
“Suara siapa itu? Ah, mungkin hanya pendengaranku saja. Mana mungkin ada orang di dalam, wong terkunci.” batin Keyla

Keyla meninggalkan kamar itu dan langsung menuju ibunya.
“Bu, kamarnya terkunci.”
“Ah, masa! kata pemilik rumah yang dulu, kamar itu tidak terkunci, dan ibu juga tidak diberi kuncinya.”
“Ya sudah kalau ibu tak percaya, coba saja.”

Ibu pun langsung menuju kamar kosong itu. Dan benar saja, kamar itu masih tetap terkunci.
“Emm, taruh saja barang itu di kamarmu untuk sementara, nanti ibu akan memberitahu ayah soal ini.” Jelas ibu.
Ya, apa boleh buat Keyla segera memasukkan barang itu ke kamarnya sambil mendengus kesal.

Malamnya, Keyla tak bisa tidur. Ketika mencoba memejamkan mata, Keyla mendengar suara jeritan mengerikan.
“Aaarrrggghhh…”
Dan terdengar seseorang berlari melewati pintu kamarnya. Jantung Keyla berdebar dengan kencang.
“Ah, mungkin saja kak Neyla.” pikir Keyla
Sekali lagi ia mencoba memejamkan matanya dan akhirnya tertidur

Esoknya, ketika sedang sarapan Keyla menceritakan kejadian semalam kepada keluarganya. Ayahnya menyuruhnya untuk terus berdoa. Keyla memaki-maki kamar kosong itu karena barang-barang disimpan di kamarnya.
“Busuk tu kamar.” caci Keyla
“Hush, jangan ngomong asal kamu.” kata kak Neyla memberitahu.

Malam pun tiba. Keyla beranjak tidur. Suasana malam itu sangat dingin dan mencekam. Seperti malam sebelumnya, ia tak bisa tidur. Tetapi, tiba-tiba Keyla merasa berada di sebuah ruangan yang kotor. Dia sendirian, tapi ini bukan kamar yang ia miliki di rumah barunya.
“Ya ampun, aku di mana?” rintih Keyla.
Keyla melihat ke sekelilingnya. Kamar itu benar-benar telah rusak, dan tidak ada satu jendela pun.
“Apakah ini kamar kosong yang Misterius itu.” pikir Keyla
Sekali lagi ia melihat ke sekelilingnya. Dan ternyata ada seorang gadis yang duduk di salah satu sudut kamar itu sambil menangis.
“Hu..hu..hu..”
“Tidak itu suara tangisan yang aku dengar tadi malam.” kata Keyla.
Di sekujur tubuh anak itu berlumuran darah, sepertinya ia telah di siksa.
“Aku sayang kamar ini. Kamar ini menjadi saksi hidupku. Aku akan terus tinggal di kamar ini.” rintih anak gadis itu
Dan tiba-tiba ia berteriak…
“BARANG SIAPA MENCACI MAKI KAMAR INI AKU AKAN MEMBUNUH SAUDARA DEKAT ORANG YANG MENCACI KAMARKU. HA…HA…HA.. dan BRAAAKKK.”
“Oh, tidakkk.” jerit Keyla.
Tubuh gadis itu telah hancur, kepalanya pecah dan badannya tidak utuh lagi.

Matahari sudah terbit. Keyla bangun dari tidurnya. Ya, memang semua itu hanya mimpi tapi memiliki arti besar.
Keyla mengingat-ingat mimpi yang dialaminya itu. Ia mencoba mengartikannya. Setelah sadar akan mimpinya itu, Keyla langsung berlari menuju kamar Kak Neyla, pintunya terbuka. Tak ada siapa-siapa di dalamnya. Ia menuju kamar misterius itu, dan benar saja pintu itu terbuka. Di dalamnya, terbaring sosok mayat berlumuran darah.
“Kak Neylaaa…

========================================================================
Karangan : 
  • Annida Hasan

Blog :

========================================================================