Selamat Datang Di LENTERA CERPEN ,semoga cerpen yang ada di blog ini dapat bermanfaat bagi kalian dan SELAMAT MEMBACA

Sabtu, 03 Agustus 2013

Pelukan Terakhir

“buat hari ini, aku seneng bisa pergi bareng kamu, bareng mereka juga” melihat sepasang kekasih asik tiduran diatas pasir.
“sama-sama. emm ding?”
“iya,”
“kita bikin perjanjian yu?” usulnya
“perjanjian? perjanjain apa?” tanyaku
“aku tau kita enggak mungkin bareng-bareng buat saat ini, dan aku tau dia masih ngarepin kamu, dan aku enggak mungkin kaya gini terus, masih banyak waktu buat kita jalanin semuanya, aku enggak mau kalau kamu terus menderita untuk semua ini. Aku harap kita temukan yang lain, jika aku merasa cukup untuk mencari dan masih tidak menemukannya, aku yakin kamu adalah orang terahir untukku. Janji?” jelasnya
“aku memang lagi deket sih, tapi aku belum yakin sama dia. Aku tau ini akan menjadi berat, tapi aku janji sama kamu, karena aku ingin selalu bersama ” sambil tersenyum

Dari kejadian hari itu aku selalu ingat janji kita. tapi masalah mulai datang saat mantanku tau soal kita! dan akhirnya sahabat dan teman dekatku tau soal ini. seperti petir di siang hari semua terasa perih dan menyakitkan. aku tak bisa jalani ini tanpa dukungan dari dia.

Hari terasa berjalan sangat sangat lambat, kita masih komunikasi meski jarang tapi ini semua sudah biasa, aku selalu takut di saat dia bareng anak-anak terutama bareng mantanku, aku takut dia ceroboh dan membuat masalah itu muncul lagi. Beberapa bulan kemudian dia datang ke rumah dan seperti biasa kita ngobrol dan bercanda.
“aku mau bisikin sesuatu sama kamu”
“bisikin apa? engga mau ah,” candaku
“sini aku bisikin bentar,”
“engga mau, kamu pasti becanda”
“engga, sini deh!”
“kamu mau engga nikah sama aku?”
“hah? serius?” dengan nada terkejut dan sedikit meledek
“serius, aku mau kita nikah aja, biar aku bisa bareng kamu terus” sambil tertawa malu
“hehe, engga mau ah. kamu engga serius?”
“serius tau ih, tapi sekarang aku belum punya apa-apa, nanti aku bakalan sukses kok apalagi ada kamu” dengan senyumnya yang buat mata dia berbentuk huruf N he
“amien,” seneng banget dia bilang gitu, aku pengen jawab mau bangeettt?
“engga ada cincin yah?” dia senyum sambil pegang tangan aku, dan aku balas senyum dia.
Tiba-tiba dia nyuruh aku balik badan, dia lepasin kalung yang dia pake dan dia pakaikan di leherku. Aku deg-degan banget aku kira dia mau ngapain, seneng banget saat dia pakaikan kalung itu, aku Tanya kalau ibu nanyain kalung ini dia jawab apa? dia bilang tenang aja semua bisa diatur dan kembali tersenyum. pengen rasanya loncat-loncat dan teriak saking senengnya? Dia bilang cuma ini yang dia punya dan ini harus selalu aku pakai! pastinya aku akan selalu pakai kalung ini

Suatu hari, kampus ngadain turnamen futsal antar angkatan, waktu itu pertandingan antara angkatan ku lawan angkatan bawah. aku turun tangga mau ke lapang aku lihat dia lagi maen sama anak kecil, aku kira anak kecil itu anaknya bang riky alumni (dengan nama samara), tenyata anak kecil itu keponakan mantannya. kalau lihat dia bareng mantannya yang itu aku engga suka, aku pengen banget pulang tapi aku bertahan sampai ahir dan sebisa mungkin engga memperlihatkan kalau aku marah dengan main bareng keponakannya itu.

Pertandingan usai dan angkatan kitapun menang dengan skor yang memuaskan, tapi tidak dengan hati aku semakin menyayat dan semakin sesak saat lihat mereka bersama seperti keluarga ayah, ibu dan anak! rasanya ingin lari berteriak dan menangis!

Dari kejadian itu aku sakit, aku engga ngampus dan dia baru sadar kalau aku sakit malem-malem dia ke rumah buat mastiin aku engga apa-apa karena sms dari dia aku engga bales dan sms semua orangpun aku engga bales. pengen banget bilang ke dia kalau aku engga suka lihat dia kaya kemaren dan aku kecewa banget! tapi ada mamah aku malu..

Dia jelasin semua soal kemarin dia bareng mantannya. semua kembali seperti semula meski kita engga banyak bareng-bareng tapi dia masih suka maen ke rumah. hari itu aku kangen dia pake banget malahan, dan tiba-tiba dia datang ke rumah tanpa bilang dulu awalnya, penampilannya berbeda dari biasa dia terlihat rapih sangat-sangat rapih dan terlihat lebih bercahaya?

Kita ngobrol, bercanda seperti biasa, dan menghabiskan malam bersama, rasanya enggak pengen dia pulang, sebelum dia pulang tiba-tiba dia peluk aku erat banget, aku becandain dia aja.
“ding, aku sayang banget sama kamu. Maaf dan makasih” ucapnya
“ngomong apa sih? aku juga sayang kamu anyunn.”
Dia peluk aku lagi, aku hanya diam dan tak merasa ada yang aneh dengan sikap dan kata-katanya. Waktu sudah menunjukan jam 23.00 malam dia pamit pulang, cara dia jalan tuh beda tapi dia tetap ceria dan sempat becanda sebelum pulang. Dia parkirin motor sebelum pulang dia cium kening dan peluk aku lagi, pelukan itu terasa sangat hagat dan aku tidak ingin melepaskan pelukannya, ini yang buat aku aneh karena dia engga pernah lakuin ini sebelumnya.

Diapun pergi… Pintu gerbang belum aku gembok terdengar suara benturan benda yang sangat keras, aku langsung ingat dia dan berlari menuju jalan raya. Aku jalan perlahan memastikan bahwa itu bukan dia, saat melihat motor yang diparkir oleh bapak-bapak dan itu ternyata motor dia mulailah air mata keluar.
Perlahan aku dekati kerumunan itu dan aku terhentak saat melihat tubuhnya tergeletak di jalan dengan darah di sekujur tubuhnya. tidak banyak berkata aku hanya terdiam dan menangis?

Sudah tiga hari dia dirawat dan masih belum sadar juga, aku terus temenin dia tapi saat anak-anak besuk aku sembunyi, aku engga mau mereka liat aku dan berpikiran yang aneh-aneh soal kita.
Mamah engga marah soal ini, mamah tau dan ngertiin perasaan aku gimana, hapir semua waktuku aku habiskan menemaninya di rumah sakit, keluarganya ada disana, aku malu tapi rasa malu itu hilang karena kekhawatiranku lebih besar.

Akhirnya dia sadar semua menangis bahagia terutama ibu, dia tidak banyak bicara hanya melihat sekeliling. tak lama dia menanyakan surat yang ada di saku jaket yang dulu dipakai dan memberikannya kepadaku.
“ini surat buat kamu, maafin aku yah aku engga bisa tepatin janji aku, aku sering buat kamu marah, buat kamu sakit hati sering juga buat kamu nangis. Aku sayang kamu ding”
“kamu enggak boleh bilang gitu, kamu udah janjikan! aku tau kamu pasti bisa nepatin janji kamu.”
“ibu, kaka minta maaf selama ini kaka sering buat ibu kesel, nyusahin ibu, selalu buat ibu khawatir. kaka sayang banget sama ibu.”
“kamu jangan banyak bicara dulu kamu baru sadar harus banyak istirahat, ibu juga sayang kamu nak.!” Mengusap dan mencium kening
“iya bu, kaka juga mau istirahat ko.” memejamkan mata, dan itu adalah kata-kata terakhir sebelum dia menghembuskan nafas terahir, semua menangis haru terlebih aku dan ibu, aku mencoba tegar dan kuat menerima semua ini.

Setahun berlalu setelah kepergian dia, enggak ada lagi yang bangunin tiap pagi dan nyuruh solat “bagun, solat cantik”, pangilan sayang dia “oding” dan enggak ada lagi yang ngucapin kata sebelum aku tidur “Gnight oding, nice dreams” dan enggak ada lagi yang nyanyiin lagu, ceritain cerita kalau aku susah tidur? aku selalu mengunjungi makamnya tiap kali aku ingat dan aku kangen dia.

Kita enggak tau apa yang akan terjadi pada kita saat ini atau nanti. Semua sudah Tuhan atur, dan ini jalan yang Tuhan kasih buat kita. Cinta memang tak selama harus memiliki dan tak selamanya harus bersama. Tapi aku cinta kamu selamanya, kita pasti akan bertemu di kemudian hari.
Idam aku kangen kamu, kangen becandaan kamu, aku kangen semua yang sering kita lakukan? Saranghae Idam :*

========================================================================
Karangan :
  • Agistyaneu P Oskar

Blog :

========================================================================

Linangan Air Mata

Tersenyumlah. Menangislah. Ketika tangan ini tak lagi bisa menggenggam tanganmu. Aku tahu kau marah, bingung, sedih. Tidak. Kau tak usah marah, bingung, sedih. Kau harusnya bahagia. Relakan aku pergi atas nama cinta. Aku mencintaimu tapi keadaan yang tak mencintai kita. Aku menyayangimu tapi di sekeliling tak menyayangi kita. Kita tidak bisa bersatu seperti apa yang kita impi-impikan selama ini. Kita tidak bisa bersama lagi. Berat. Memang berat. Anggap ini pelajaran hati yang bisa kuatkan diri. Menangislah, saat hati sudah tak bisa berkata sampai air mata yang berlinang mewakili kata. Selamat tinggal masa lalu.

Berat rasanya mengakhiri hubungan yang sudah kita jalani selama dua tahun. Suka dan duka sudah kita lewati. Termasuk duka. Duka yang selama ini kita jalani. Berjuang untuk mempertahankan hubungan ini. Walau di sekeliling kita, di sekitar kita tak juga ada setitik cahaya di hatinya untuk menerima kita bersama. Kuharap jika kau sempat kembali ke sini, aku sangat-sangat ingin memelukmu untuk yang terakhir kalinya. Aku rindu. Rindu dipelukmu. Sudah lima bulan kepergianmu, tapi aku sudah putuskan untuk menyudahi hubungan ini. Percuma. Sungguh percuma. Apalagi keberadaanmu tak lagi dekat.

Oh ya. Aku masih menyimpan semua barang tentangmu, tentang kenangan kita yang selama ini menemani hari-hariku. Aku masih memakai jam tangan PUMA pemberianmu. Saat aku melihat jam itu, aku langsung teringat tentangmu. Kalau kamu? Apakah kau masih menyimpan lukisan itu? Lukisan yang waktu itu aku lukis di anjungan pantai Losari. Kuharap kau masih menyimpannya. Kau berkata saat itu bahwa lukisan yang kulukis tentang senja yang sangat indah di pantai itu, saat kau duduk dengan baju pink kesukaanmu dengan rok selutut bermotif bunga warna-warni itu adalah lukisan yang paling indah sedunia. Kau ingat saat itu? Tentu saja kau mengingatnya, karena waktu itu aku melukismu saat senja muncul di langit pantai Losari.

Apakah kau menangis? Maafkan aku. Aku sendiri menangis menulis pesan ini. Aku cengeng yah? Saat senja menyapa, aku menangis. Tentang kenangan kita saat senja. Aku tak tahu sudah berapa kali kita melihat senja bersama. Senja yang waktunya sekilat pesawat saat lepas landas. Mungkin senja itu singkat karena senja itu berharga dan indah sekali. Maka dari itu untuk yang berharga kita harus mengejarnya. Dan kau masih ingat tentang senja yang PHP?. Waktu itu kita menunggu senja tapi tak kunjung datang. Kita berdua menunggu sampai kehujanan, sampai malam tiba. Senja pemberi harapan palsu ketika itu. Gila kan? Sudah tahu mendung, tapi kau ingin sekali ke pantai melihat senja. Tapi aku mengerti karena kau sangat mencintai senja.

Tentang senja terakhir kita di pantai Akarena sebelum kau memutuskan untuk kuliah di Bandung. Saat itu senja terakhir kita yang penuh dengan tangis. Tentang hubungan kita yang tak direstui. Ketika itu aku melepasmu dengan pelukan. Maaf, aku menangis lagi. Cinta ini sulit kulepaskan. Tapi inilah yang sebaiknya. Baik-baik di sana. Semoga kau bahagia. Mungkin ini pesan terakhirku. Hey. Jangan menangis…

Salam rindu putri cantik....

Suara pedagang asongan yang menyodorkan Tissue ke Kila menyadarkan lamunannya saat setelah membaca E-mail dari Kesa. Namun Kila menolak Tissue tersebut. Linangan air matanya sudah tak terhitung saat membaca E-mail dari Kesa. Seorang lelaki yang sangat ia cinta dan banggakan telah mengiris-iris hatinya yang sedang mekar-mekarnya ingin cepat kembali dan bertemu Kesa di Makassar. Hati yang sudah tertutup oleh laki-laki lain. Hati yang sudah terisi oleh mutiara cerah kini hancur hilang sendiri karenanya. Semua hilang, hilang ditiup angin yang mewakili pesannya. Linangan air mata terus melewati pipinya yang cerah lembab. Linangan yang mewakili kata, mulut yang sudah sedari tadi gumam, kini segumam-gumamnya.

Di halte depan kampusnya dia masih saja meratapinya. Masih saja berlinang air mata. Masih saja diam dan tak berkata-kata. Hancur. Hancur kini hatinya. Absurd, tidak percaya Kesa mengakhiri hubungannya yang sudah lama dia pertahankan dengan susah payah, kini berhembus melebur dengan cepat. Kini dia berdiri, berjalan, masih dengan linangan air matanya. Berjalan tanpa terbeliak sama sekali dengan suara di sekitar yang begitu nyaring. Berjalan sampai tiba saatnya dia tertabrak oleh mobil beroda enam. Kini dia hanya bisa menunggu penjelasan Kesa di dunia lain. Berharap bertemu dan bisa memeluknya lagi.

========================================================================
Karangan :
  • Azhar Hamzah

Blog :

Facebook :
  • Azhar Hamzah

Twitter :
  • @azharaza
========================================================================

Tasbih Cinta

Tasbihku..
Engkau salah satu benda yang sangat berarti di hidupku
Engkau yang selalu menemaniku di saat aku merenung,
Di saat aku sedang bersedih, di saat aku kesusahan,
Di saat aku senang, dan di saat aku menjalani hari hariku di dunia.

Puisi tasbihku selalu ku baca dan tasbih itu selalu berada di genggaman tangan ku, meski sekarang orang yang aku sayang (orang yang menulis puisi tasbihku) telah tiada dan meninggalkanku untuk selamanya.. Tapi kenangan indah sewaktu bersamanya tak akan pernah aku lupakan untuk selamanya, meski ia hanyalah pacar masa laluku, namun dia tetap menjadi yang pertama di hatiku. Karena dia aku bisa mengenal agama lebih baik, karena dia aku bisa merasakan indahnya cinta kasih yang tulus dari hati dan karena dia juga aku bisa lebih kuat menghadapi cobaan yang terus datang kepadaku.
Aku tau dia bukan tuhan, aku tau dia bukan rosul, dan aku tau dia juga bukan malaikat. Tapi bagiku dia adalah malaikat duniaku…

Dia smart, rajin, beriman, baik dan sayang dengan setiap orang yang dekat dengan nya, meski kadangkala orang itu sering menyakiti hatinya.
Aku beruntung telah dekat dengannya meski belum seutuhnya menjadi miliknya, tapi harus berbuat apa kita? Jika allah telah berkehendak untuk memanggilnya kembali ke tempat asalnya. Dan aku hanya berfikir bahmwa allah terlalu sayang kepadanya, sehingga dia terlalu cepat dipanggil ke pelukan allah.

Meski dia telah tiada, tetapi cinta dan kasih sayangnya kepada semua orang yang telah dikenalnya tidak akan pernah terlupakan. Dan ia sudah menjadi panutan atau remaja inspiratif untuk kalangan remaja masa kini.
Dan seharusnya, aku adalah orang yang paling patut berbangga hati karena telah diberi amanah olehnya untuk menjaga tasbih kesayangan nya, tasbih yang dibeli di arab dengan memakai uang hasil kerjanya pertama kali.

Dia bisa berhizrah ke arab dan bersekolah di universitas al-azhar karena mendapat beasiswa, dia adalah anak tunggal, dan orang tuanya sangat sederhana sekali. Maka dari itu dari kecil dia sudah membantu bekerja ayahnya yang hanya menjadi pedagang bakso keliling.

Dia selalu pintar mengatur waktunya antara untuk membantu orang tua, sekolah, belajar, dan mengaji. Di saat dia baru berusia 10 tahun, dia sudah khatam al qur’an, dan di saat dia berusia 13 tahun dia sudah hafal al qur’an sebanyak 10 juz.

Cintanya kepada allah swt dan nabi muhammad saw sangaaat besar sekali, dia tidak pernah lupa sholat 5 waktu serta sholat sunah nya. Dan dia tidak pernah absen untuk melakukan puasa sunah, selain itu juga dia rajin membaca al qur’an, bersholawat, dan berdzikir kepada allah.

Memang tidak banyak orang yang sifatnya seperti ahmad (namanya), karena sangat susah untuk memperkuat iman kepada allah. Tapi, sejak ahmad berusia 12 tahun dia sudah mulai memperkuat iman dimulai dengan berzikir terus menerus untuk awal permulaan menguji kesabaran manusia.
Dan tidak banyak pula orang yang berhasil dengan apa yang telah dilakukannya itu, tapi, apakah ini keajaiban dari allah? Ahmad bisa melewati semua rintangan untuk menguji kesabarannya.

Tapi sayangnya umurnya dia sangat cepat sekali, mungkin semua telah diatur oleh yang maha kuasa.. Kita sebagai manusia hanya bisa berserah diri saja.

Inilah saat terakhirku melihat kamu, jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan… selamat jalan kasih :’(

Setiap aku sedang kangen dan rindu dengan nya, aku selalu menyanyikan lagu saat terakhir. Karena lagu itu, adalah salah satu lagu kesukaannya sewaktu masih hidup. Selain itu juga, aku selalu memakai tasbih nya untuk berzikir dan aku juga memakai al qu’an nya untuk aku baca setiap hari.

Entah mengapa aku ingin sekali memakai semua barangnya (tasbih, al qur’an, sajdah) untuk beribadah. Tapi yang aku inginkan sejak aku mengenalnya, aku hanya ingin seperti dia dan hanya seperti dia. Aku tau manusia mempunyai sifat yang berbeda beda, dan apakah mungkin aku bisa mempunyai sifat yang telah dimiliki ahmad?

Cinta itu buta, dan sekarang cinta itu telah membutakan diriku.. Sampai sekarang pun aku masih terpuruk karena telah kehilangan orang yang sangat aku sayangi, cintai, dan kagumi.

Dan aku telah mencoba untuk move on darinya, dan aku mencoba untuk tidak terpuruk lagi karena kepergiannya. Tapi itu semua gagal, karena hanya sebuah tasbih yang masih menempel di pergelangan tanganku dan masih berada pada genggaman tanganku hingga saat ini.

Biarlah waktu yang akan menjawab, saat ini aku hanya bisa menjalani hari hariku di dunia dengan keadaan seperti ini..

Cinta kasihmu akan kukenang selalu
Dan cinta mu yang sangat besar untuk tuhanmu (Allah SWT) dan nabimu (Muhammad SAW) akan aku terapkan untuk remaja remaja masa kini, duhai kekasihku

========================================================================
Karangan :

  •  Fenny Fatimatuz Zahroh
Facebook :
  • Fenny zahro / Fenny fatimatuz zahroh
========================================================================